Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku …



9 tanggapan kepada “Puisi BJ Habibie kepada istrinya”
winant
Juli 18th, 2010 pukul 05:51
ternyata bapak kita yang satu ini puitis juga
gak nyangka
meskipun tiap hari bergelut dengan teknologi
jangan terlalu larut dalam kesedihan pak
kami anak negeri akan selalu merindukan karyamu
dan mendukungmu
dea
Juli 24th, 2010 pukul 03:59
pak. Habibie yg sy hormati.
kami ikut berduka cita, atas meninggalnya ibu.
dan kami rakyat biasa, masih butuh seorang habibie.
ciptakanlah teknologi yang bisa meringankan beban rakyat.
kami menyayangi bapak.
Aida Radar
Agustus 7th, 2010 pukul 06:04
Hiks… hiks… hiks…
Bang Miun, beberapa hari kemarin Z lama tak membaca postingan terbarumu. Dan hari ini, ketika berkunjung, Z langsung menyant ap suguhanmu dari mantan Bapak kita hingga membuat Z berlinang-linang airmata. Hiks… sedihnya… T_T
imran
Agustus 9th, 2010 pukul 06:57
@Aida: menangis? hehhhh,dasar wanita!!
Aida
Agustus 12th, 2010 pukul 09:35
Ya menangis dong! Puisinya memang sedih tauk!
Pasti Bang Miun juga mewek tapi di dalam kamarji, tdk mau ditau orang. Alah… mengaku saja deh! Hehe…
imran
Agustus 12th, 2010 pukul 14:35
memang mngharukan, tapi tdk sampai ji mnangis..
huhh,bgtulah wanita..trlalu mngandalkan prasaan,dan mnafikan nalar.hufft..
qia
Agustus 21st, 2010 pukul 14:03
owh,,, berarti laki-laki terlalu mengandalkan nalar menafikan perasaan hehe…!!!
manami kodonk itu bkux..
mwki baca2i dlu spy bsaki tau kyk gmn itu cerpen yg menang…
spy menangki jg…
imran
Agustus 24th, 2010 pukul 05:34
tdk ji, cuma intermezo.
bukuX ada sm Nyonya El-Zukhrufy…
silakan mnghubungi beliau,qia.
Bilkis Kamilahfagam
Juni 17th, 2011 pukul 02:36
bapak habibie romantis bnget…klyan brdua psangan yang sngat serasii….sabarr ya pak nti kelak klyn pasti kan dpersatukan kmbali….